Mengatasi Galau Orang Gajian

SINIAGA - Pernahkah anda pusing tujuh keliling gara-gara uang gajian tak pernah cukup? Terlebih lagi jika anda telah berkeluarga, selain harus mengurus kebutuhan keluarga juga harus memberi perhatian kepada orang tua dan mertua. Jadi bagaimana dong agar gajian bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari?
tips mengelola keuangan keluarga
Nur Saripudin BM Takaful Umum
Salah seorang praktisi keuangan di Cirebon, Nur Saripudin SE mengatakan, masalah keuangan merupakan hal yang umum dialami setiap orang. Khususnya yang telah berkeluarga. Disaat menyikapi antara pemasukan dengan pengeluaran, seringkali ditemui seseorang mengeluh perihal gajihnya yang tidak pernah cukup. Padahal, masalahnya terletak bukan pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan keliru dalam mengatur keuangan.

Pria yang juga menjabat Branch Manager (BM) Takaful Umum ini juga mengungkapkan, agar alur keuangan selalu sehat dalam setiap bulannya harus diatur dengan melakukan langkah perencanaan keuangan yang realistis. Perhitungkanlah secara masak-masak antara kebutuhan dan keinginan  saat melakukan perencanaan keuangan. Jangan pernah membelanjakan uang hanya untuk hal yang tidak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan.

"Kelompokanlah alur kebutuhan hidup rutin mulai dari harian, mingguan, dan bulanan. Seperti belanja dapur,  biaya operasional kerja, biaya sekolah, biaya listrik, biaya telepon, angsuran rumah dan lainnya. Jika ada pengeluaran yang sifatnya hanya keinginan belaka, maka jangan alokasikan dari gaji melainkan dari penghasilan lain. Seperti bonus, Tunjangan Hari Raya (THR), atau laba bersih usaha sampingan, " jelasnya.

Nur juga memberikan contoh panduan umum dalam pengalokasian gaji bulanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga. Yakni, porsi 60 persen dialokasikan untuk biaya hidup rutin, 5 persen  untuk zakat, infak, sedekah.  10 persen untuk dana darurat dan premi asuransi, 10 persen tabungan. 15 persen untuk  investasi jangka menengah dan panjang. 

"Hindari hutang lebih dari 30 persen dari alokasi biaya hidup rutin. Meskipun godaan gaya hidup konsumtif semakin besar,  bukan berarti dengan mudah kita membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan pengelolaan keuangan sehat seperti hidup sederhana. Seperti, almarhum Bob Sadino meskipun orang kaya raya tetapi beliau penampilannya sederhana, cukup celana pendek dalam kesehariannya," ujar Nur. 

Selain itu, ia juga menganjurkan agar mengajak pasangan menyusun target pemasukan keuangan selain dari gaji. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. "Misalnya, usaha online yang tidak memerlukan modal besar. Seperti menjadi dropshiper produk-produk tertentu atau membuka usaha sembako dan sebagainya," imbuhnya. (*)

Dapatkan posting terbaru secara gratis :

0 Response to "Mengatasi Galau Orang Gajian"

Posting Komentar

Komentar yang mengandung tulisan p*rn*grafi, penghinaan, dan provokasi akan dihapus admin.